Komisi Hubungan Kelembagaan & Komunikasi Publik

Wajah dan suara organisasi yang berfungsi sebagai diplomat serta pencerita strategis untuk membangun reputasi, mengelola komunikasi publik, dan menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal.



STRUKTUR KEPENGURUSAN:

  • Ketua: Pdt. Dr. Daud Pandie
  • Sekretaris: Yani Kainama
  • Anggota:  
    • Pdt. Lusiana Harianja-Pella
    • Pdt. Danny Titaley
    • Dr. Billy Matindas
    • Mayos Edward Siahaya
    • Pdt. Rudi Tanrobak
    • Ibu. Vanca Sabandar
    • Ibu Sonya Hellen Sinombor
    • Fidel Joris
    • Anthonio Abrahams


DEFINISI KOMISI:

Komisi ini merupakan wajah dan suara Sinode Am GPI di mata publik maupun institusi eksternal. Di era informasi yang bergerak sangat cepat, fungsi Public Relations (PR) di gereja tidak lagi sekadar mengirim siaran pers, melainkan membangun narasi strategis yang memperkuat posisi GPI sebagai pilar oikumenis di Indonesia. Komisi ini bertugas menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintah, lembaga lintas agama, dan organisasi internasional, serta mengelola komunikasi internal antar-GBM agar tercipta kesatuan informasi.


PERAN, TUGAS & TANGGUNGJAWAB

1. Peran dan Fungsi Strategis
  • Komunikator Strategis: Bertindak sebagai penghubung (liaison) utama antara Sinode Am dengan pemangku kepentingan eksternal.
  • Pembangun Reputasi: Menjaga citra institusi Sinode Am GPI dan membangun kepercayaan publik melalui transparansi dan narasi yang inspiratif.
  • Diplomat Oikumenis: Menjalin hubungan diplomatik dengan pemerintah, lembaga lintas agama, NGO, dan organisasi internasional.
2. Tugas Pokok dan Fokus Operasional
  • Manajemen Branding: Membangun dan memperkuat identitas Sinode Am sebagai "Facilitative Hub" atau pusat fasilitasi bagi 12 Gereja Bagian Mandiri (GBM).
  • Komunikasi Krisis: Mengelola respon terhadap isu-isu publik yang sensitif atau krisis komunikasi dengan target waktu respon kurang dari 12 jam.
  • Lobi dan Advokasi: Melakukan upaya diplomasi untuk isu-isu strategis gereja, termasuk fasilitasi audiensi dengan pihak pemerintah atau mitra luar negeri.
  • Manajemen Media: Mengelola media sosial resmi, kanal berita, dan memfasilitasi kesatuan informasi antar-GBM agar tidak terjadi miskomunikasi.
3. Target Objectives and Key Results (OKR) 2025-2030

Komisi ini memiliki target kinerja terukur sebagai berikut:

  • Peningkatan Jangkauan Digital: Meningkatkan total jangkauan (reach) narasi oikumenis di kanal digital resmi sebesar 25% melalui konten yang relevan dengan isu publik.
  • Kemitraan Strategis: Menandatangani minimal 3 kesepakatan kemitraan strategis (MoU) dengan lembaga pemerintah atau organisasi internasional.
  • Sosialisasi Tata Dasar: Pada tahun 2026, fokus utama adalah menyelesaikan sosialisasi Tata Dasar GPI yang baru ke 100% klasis di seluruh 12 GBM.
4. Mekanisme Integrasi Lintas Komisi

Dalam Model Integrasi Matriks, Komisi PR berperan aktif pada tahap eksekusi dan komunikasi:

  • Dengan Komisi Teologi: PR membutuhkan input narasi dan tinjauan teologis sebelum merilis konten media sosial untuk memastikan pesan yang disampaikan selaras dengan nilai iman.
  • Dengan Komisi Litbang: Mengolah data sosiologis dari Litbang menjadi materi kampanye publik yang berbasis bukti (evidence-based).
  • Dengan Komisi Kemandirian Dana: Membantu menyusun narasi kampanye crowdfunding atau proposal pendanaan agar lebih menarik bagi mitra donor eksternal.
5. Implementasi Teknis Menggunakan Odoo 16 Community Edition

Untuk mendukung efektivitas kerja, Komisi PR dapat mengoptimalkan modul-modul berikut:

  • Odoo Blog: Digunakan untuk mengelola artikel berita dan laporan kegiatan. Fitur Tags dapat digunakan jemaat untuk memfilter informasi, sementara fitur Social Media Links menghubungkan situs web dengan platform digital resmi lainnya.
  • Odoo Forum: Membangun komunitas digital melalui fitur tanya-jawab. PR dapat membagikan postingan forum ke Facebook, Twitter, atau LinkedIn untuk memperluas jangkauan edukasi.
  • Odoo Events: Mengelola komunikasi dengan peserta acara melalui pengiriman email, SMS, atau postingan sosial otomatis guna menjaga hubungan dengan attendees.
  • Odoo Project (Email Alias): Menghubungkan alamat email resmi PR langsung ke dalam sistem tugas proyek sehingga setiap aspirasi atau pertanyaan pihak eksternal otomatis terdokumentasi menjadi tugas yang terstruktur