Komisi Litbang (Think-Do-Tank)

Think and Do Tank strategis yang berfungsi sebagai navigator berbasis data untuk memetakan tantangan zaman, menghasilkan kebijakan berbasis bukti, dan mengawal implementasi gagasan menjadi aksi nyata



STRUKTUR KEPENGURUSAN:

  • Ketua: Pdt. Jimmy Sormin
  • Sekretaris: Zefanya Yoshua Jocom
  • Anggota:
    • Pdt. Barnabas Sooai
    • Pdt. Peter Theodorus
    • Pdt. Bayanangky A. Lewier
    • Dr. Birka Septy
    • Dr. Romy Tamawiwi
    • Pdt. Simon Werinussa
    • Pdt. Shuresj Tomaluweng
    • Pdt. Dr. Janse Serrano

DEFINISI KOMISI:

Komisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dalam konteks Sinode Am GPI bertransformasi menjadi sebuah Think and Do Tank. Berbeda dengan lembaga riset konvensional yang hanya berhenti pada tatanan teori, komisi ini dirancang untuk menjadi dapur pemikiran strategis yang sekaligus mampu mengawal implementasi gagasan tersebut menjadi aksi nyata. Sebagai entitas intelektual di bawah Sinode Am, komisi ini memiliki mandat untuk memetakan tantangan zaman yang dihadapi oleh berbagai Gereja Bagian Mandiri (GBM) yang tersebar di seluruh nusantara. Mengingat anggota komisi ini berasal dari beragam latar belakang sinode seperti GPIB, GPM, GMIT, dan GPI Papua, komisi ini berfungsi sebagai integrator data dan perspektif teologis-sosiologis.

Eksistensi Think and Do Tank ini sangat krusial dalam merumuskan arah kebijakan jangka panjang Sinode Am agar tetap relevan di tengah disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik yang mempengaruhi kehidupan jemaat. Komisi ini melakukan analisis mendalam terhadap tren pertumbuhan gereja, isu-isu keadilan sosial, serta efektivitas pelayanan di berbagai wilayah terpencil. Dengan pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy), komisi ini memberikan rekomendasi kepada fungsionaris Sinode Am mengenai langkah-langkah adaptif yang perlu diambil. Selain itu, aspek "Do" dalam komisi ini menekankan pada pengembangan model-model percontohan (pilot projects) yang dapat direplikasi oleh GBM lainnya. Secara esensial, komisi ini adalah navigasi bagi kapal besar Sinode Am GPI, memastikan bahwa setiap keputusan didasari oleh riset yang kuat dan memiliki jalur eksekusi yang jelas untuk membawa transformasi positif bagi gereja dan masyarakat secara luas.

PERAN, TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB:

1. Peran dan Fungsi Strategis
  • Navigator Strategis: Menjadi pusat inovasi dan analisis yang menjembatani kebutuhan data antara Sinode Am dan 12 Gereja Bagian Mandiri (GBM).
  • Think and Do Tank: Tidak hanya berhenti pada tatanan teori, tetapi mengawal implementasi gagasan menjadi aksi nyata melalui model percontohan (pilot projects).
  • Integrator Data: Memetakan tantangan zaman dan mengintegrasikan perspektif teologis-sosiologis dari berbagai latar belakang GBM (seperti GPIB, GPM, GMIT, dan lainnya).
2. Tugas Pokok (Core Tasks)
  • Survei dan Pemetaan: Melakukan survei berkala mengenai kondisi ekonomi, sosial, dan spiritual jemaat di seluruh wilayah GBM.
  • Pemindaian Lingkungan (Environmental Scanning): Mendeteksi tren eksternal di bidang teknologi, ekonomi, dan sosial untuk antisipasi krisis.
  • Analisis TOWS: Mengumpulkan dan menganalisis data kondisi GBM untuk merumuskan strategi adaptif.
  • Scenario Planning: Merancang skenario masa depan untuk mengantisipasi krisis dan perubahan zaman.
  • Prototyping: Mengembangkan konsep awal atau model percontohan untuk program-program baru yang dapat direplikasi oleh GBM.
3. Target Objectives and Key Results (OKR) 2025-2030

Dalam rencana kerja Agile, Komisi Litbang memiliki target kuantitatif yang spesifik:

  • Data Jemaat & Aset: Memvalidasi dan memperbarui 100% data demografi serta aset dari 12 GBM dalam platform digital terintegrasi.
  • Naskah Akademik: Menghasilkan minimal 2 naskah akademik komprehensif terkait dampak disrupsi teknologi dan ekonomi terhadap eksistensi gereja lokal.
  • Pilot Project: Meluncurkan 2 proyek percontohan misioner yang berhasil diimplementasikan, khususnya di wilayah GBM dengan kategori sumber daya rendah.
4. Mekanisme Integrasi Lintas Komisi

Litbang bertindak sebagai pemicu awal dalam Model Integrasi Matriks:

  • Kolaborasi dengan Komisi Teologi: Litbang memetakan kebutuhan jemaat (misal: ekonomi), sementara Komisi Teologi memberikan landasan teologis (misal: keadilan ekonomi) agar program tetap setia pada nilai Injil.
  • Kolaborasi dengan PR: Menyediakan data sosiologis dan tren eksternal untuk mendukung narasi strategis dan kampanye komunikasi.
  • Kolaborasi dengan PMO: Memberikan data dasar untuk penyusunan roadmap program yang terukur.
5. Penatalayanan Digital (Implementasi Odoo 16)

Dalam menjalankan tugasnya, Komisi Litbang bertanggung jawab menggunakan platform digital untuk akuntabilitas:

  • Odoo Survey: Mengelola pembuatan dan distribusi kuesioner sensus digital jemaat, termasuk pengaturan kriteria jawaban wajib (Mandatory Answer) dan pembagian bagian survei per GBM.
  • Odoo Project: Mengelola proyek inventarisasi aset fisik dengan melampirkan dokumen legalitas pada fitur Chatter di setiap tugas terkait.

Secara keseluruhan, tanggung jawab utama Litbang adalah memastikan bahwa setiap keputusan strategis Sinode Am didasari oleh riset yang kuat dan memiliki jalur eksekusi yang jelas demi transformasi positif bagi jemaat dan masyarakat.